Tomohon, LensaUtara.id--Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy Rumajar memimpin langsung kegiatan Verifikasi Lapangan dalam rangka Evaluasi Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) Tahun 2026 yang dilaksanakan secara hibrida (hybrid), di Command Center Kota Tomohon, Selasa (3/11/2026).
"Pemerintah Kota Tomohon menyatakan komitmen kuatnya untuk terus memperkuat strategi Pengarusutamaan Gender (PUG) di seluruh lini pembangunan,"
tegas Sendy.
Kegiatan verifikasi dan evaluasi lapangan ini dihadiri langsung oleh Tim Verifikator dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia, yang dipimpin oleh Deputi Bidang Kesetaraan Gender. Evaluasi ini menjadi tahapan krusial bagi Kota Tomohon dalam rangkaian penilaian untuk meraih penghargaan prestisius, Anugerah Parahita Ekapraya (APE)
Wakil Wali Kota Tomohon menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada KemenPPPA RI atas kesempatan yang diberikan bagi Kota Tomohon.
“Verifikasi lapangan ini menjadi momentum penting untuk melakukan pendalaman informasi, validasi data, serta melihat langsung implementasi nyata dari strategi pengarusutamaan gender yang telah kami jalankan,” ujarnya.
Evaluasi komprehensif ini berfokus pada penilaian tujuh komponen kunci PUG. Komponen tersebut meliputi komitmen pemerintah daerah lewat regulasi responsif gender, integrasi perspektif gender dalam kebijakan pembangunan, penguatan kelembagaan (Pokja PUG), dukungan anggaran dan SDM, ketersediaan data terpilah gender dan anak, penggunaan alat analisis Gender Analysis Pathway (GAP), serta partisipasi aktif masyarakat
Sendy Rumajar juga memaparkan sejumlah capaian strategis yang telah diraih. Salah satu yang paling membanggakan adalah capaian Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) di Kota Tomohon yang berhasil tercatat sebagai yang tertinggi di antara seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Utara. Capaian ini bersumber langsung dari data Profil Gender dan Anak Provinsi Sulawesi Utara.
Selain di bidang pendidikan, Kota Tomohon yang memiliki populasi sekitar 104.000 jiwa (terdiri dari 52.663 laki-laki dan 51.597 perempuan) juga gencar melakukan percepatan pembentukan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA) di 44 kelurahan yang tersebar di 5 kecamatan. Upaya ini dibarengi dengan penguatan gerakan HeForShe serta sosialisasi masif guna mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Di akhir pemaparannya, Wakil Wali Kota menggarisbawahi bahwa kesuksesan PUG di Kota Tomohon tidak boleh diukur hanya sebatas pencapaian penghargaan semata.
“Pengarusutamaan gender ini bukan sekadar untuk mengejar piala atau penghargaan, melainkan perwujudan komitmen bersama dan berkelanjutan demi menghadirkan tata kelola pemerintahan serta pembangunan yang adil, inklusif, dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat Tomohon,” pungkasnya.
Turut hadir mendampingi Wakil Wali Kota dalam verifikasi lapangan tersebut antara lain Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Ibu Masna Pioh, S.Sos., Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Ibu Wiesje Oroh S.Pd., M.A.P, Ketua Pokja PUG Kota Tomohon Ibu Jacqueline Mangulu, S.P., M.Si., serta seluruh jajaran Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Tomohon. (Redaksi LU)
Redaksi lensautara.id
Tim redaksi LensaUtara.id




