Tomohon, LensaUtara.id --Lomba Cipta Menu (LCM) Tahun 2026 digelar Pemerintah Kota Tomohon di Anugerah Hall, Rabu (02/09). Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini digagas melalui kerja sama antara Dinas Pangan Daerah Kota Tomohon dan Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kota Tomohon.
Acara ini dibuka secara resmi Wali Kota Tomohon Caroll J. A. Senduk, S.H., dihadiri Ketua TP-PKK Kota Tomohon, drg. Jeand’arc Senduk-Karundeng beserta jajaran pengurus. Hadir pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Tomohon, Dra. Lily Solang, M.M. Kepala Dinas Pangan Daerah Kota Tomohon, Drs. Novy J. Kainde, M.Si., dewan juri, jajaran jajaran pemerintah kota (camat dan lurah), serta para peserta lomba se-Kota Tomohon.
Wali Kota Caroll menyampaikan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian penting dari strategi pengembangan dan diversifikasi menu makanan berbasis pangan lokal.
Pemerintah daerah menekankan pentingnya membangun ketahanan dan kemandirian pangan yang kuat di tengah tantangan perekonomian, dinamika harga, hingga ancaman musim kemarau panjang.
“Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan menjadi hak asasi setiap masyarakat yang harus dijamin oleh negara. Melalui kegiatan ini, kita memberi ruang kepada masyarakat untuk memberdayakan keanekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal,” ujarnya.
Dengan menerapkan konsep B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman), masyarakat diajak untuk tidak hanya mengejar cita rasa dan tampilan estetik makanan, tetapi juga wajib memperhatikan nilai gizi, keseimbangan, serta keamanan pangan dari ancaman cemaran fisik, kimia, maupun biologis.
Wali Kota juga mengajak seluruh elemen—mulai dari TP-PKK, organisasi wanita, hingga jajaran camat dan lurah untuk aktif mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber gizi keluarga.
Melalui ajang ini, potensi komoditas pangan lokal khas Tomohon seperti jagung, ubi, dan kentang didorong agar diolah menjadi produk cemilan dan menu harian yang sehat, kreatif, dan bernilai gizi tinggi.
“Menu kreatif yang dihasilkan dalam lomba ini dapat menjadi inspirasi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan yang memiliki nilai jual, membuka peluang usaha, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya. (Redaksi LU)
Redaksi lensautara.id
Tim redaksi LensaUtara.id




